Tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dalam RDG-BI di level 5,75 persen tampaknya tidak cukup kuat mengangkat laju Rupiah yang kembali melemah, meski tipis. Di sisi lain, adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri tampaknya juga tidak cukup membantu bertahannya Rupiah di zona hijau.
Sentimen positif tersebut antara lain rilis sejumlah laporan masa Pemerintahan Jokowi-JK yang marak diberitakan di berbagai media, penilaian BI yang melihat volatilitas Rupiah terjaga, langkah BI bersama dengan 11 bank pelaku pasar utama di pasar valas tengah mempersiapkan pelaksanaan transaksi DNDF untuk membantu stabilnya Rupiah.
" Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.191-15.178," ujar Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (24/10).
Pergerakan Rupiah yang kembali berbalik melemah membuka peluang pelemahan lanjutan terutama jika tidak didukung oleh sentimen yang ada. Tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia tidak cukup kuat mengangkat Rupiah.
Diharapkan sentimen global dapat lebih positif, terutama dengan penguatan EUR dengan sentimen adanya pembicaraan positif antara Komisi Uni Eropa dan Italia untuk membahas defisit anggarannya dan laju GBP yang diharapkan terapresiasi seiring kesepakatan Brexit sehingga dapat mengurangi potensi kenaikan USD.
" Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," pungkasnya.[]
SUMBER : AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar
Posting Komentar