![]() |
| Ilustrasi Kokain | DAILYMAIL.COM |
Pengguna kokain umumnya mengalami kerusakan otak. Itu jika mereka mengonsumsi kokain terlalu kering.
Peneliti dari Swiss menemukan banyak bahan kokain mengandung kimia yang berbahaya yang dapat merusak otak yakni levamisole. Itu bisa menyebabkan perubahan jumlah darah dan gangguan aliran darah di pembuluh.
Dalam uji coba pada binatang, substansi pada kokain itu memang menyerang sistem syaraf. Pengguna kokain juga akan mengalami gangguan perhatian, memori otak, dan fungsi ekskutif otak.
“Perubahan struktur dan fungsi otak mengindikasikan kokain adalah racun yang berdampak pada otak,” Profesor Boris Quednow, penelitian dari Universitas Zurich, dilansir Daily Mail pada Kamis (1/11).
Dia mengungkapkan, temuan ini bukan hanya berkaitan kokain, tetapi bahan apa saja yang mengandung levamisole.
Quednow pun menyarankan agar masyarakat menghindari kokain dan obat berbahaya. Apalagi, jumlah pengguna narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Apa efek-efek jangka pendek kokain?
Kokain menyebabkan high yang intens dan singkat yang segera diikuti oleh perasaan sebaliknya—depresi berat, resah dan ketagihan lebih banyak narkoba. Si pengguna umumnya tidak dapat makan dan tidur dengan cukup. Mereka bisa mengalami peningkatan detak jantung yang tajam, ketegangan otot dan konvulsi. Kokain dapat membuat orang merasa paranoid1, marah, bermusuhan and cemas—bahkan ketika mereka tidak dalam keadaaan “high”.
Tidak peduli seberapa banyak atau seringnya narkoba ini dikonsumsi, kokain akan meningkatkan risiko yang akan dialami oleh si pengguna: serangan jantung, stroke, kejang atau gagal pernapasan, dan masing-masing dapat berakibat kematian mendadak.
Efek-efek jangka panjang
- Kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak
- Tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
- Kerusakan pada lever (hati), ginjal dan paru-paru
- Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup
- Gagal pernapasan, bila dihisap seperti rokok
- Penyakit-penyakit menular dan peradangan, bila disuntikkan
- Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
- Kerusakan gigi yang parah
- Halusinasi pendengaran dan taktil
- Masalah seksual, kerusakan reproduksi dan infertilitas (bagi pria dan wanita)
- Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
- Sifat lekas marah dan gangguan suasana hati
- Meningkatnya perilaku yang membahayakan
- Delirium atau psikosis
- Depresi berat
- Meningkatnya toleransi dan ketagihan (walaupun hanya sekali pemakaian)
"Jangan sentuh kokain. Saya dipenjarakan selama dua tahun karena narkoba ini. Ketika saya keluar, kehidupan sangat sulit, saya mulai menggunakan narkoba lagi. Saya tahu 10 wanita yang menjadi pelacur karena coke. Keadaan sebenarnya jauh lebih parah daripada yang kita bayangkan dan sangat merendahkan martabat. Kita tidak menyadari sampai sejauh mana narkoba ini menghancurkan diri kita.”
SUMBER : AKURAT.co / DuniaBebasNarkoba.com
EDITOR : Achmad

Komentar
Posting Komentar