![]() |
| Ilustrasi remaja membaca buku di perpustakaan | Dailymail.co.uk |
Sungguh mengkhawatirkan ketika banyak remaja semakin sibuk dengan media sosialnya, dibandingkan dengan aktivitas utamanya sebagai pelajar. Mereka lebih fokus eksis dibandingkan nilai bagus di kelas dan prestasi tinggi yang bisa mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Penelitian menyebutkan sepertiga remaja tidak membaca buku. 16 persen remaja berusia 17 hingga 18 tahun mengaku senang membaca buku setiap hari. Padahal, survey pada 1970-an menyatakan 60% remaja suka membaca buku setiap hari.
AkuratHealth melansir Daily Mail pada Senin, (5/11), hanya dua persen dari remaja berusia 15-16 tahun membaca koran setiap hari. Itu menurun 31% dibandingkan pada 1990-an. Kemudian, survey terbaru menunjukkan rata-rata remaja menggunakan media sosial selama dua jam antara 2006 hingga 2016.
“Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, remaja pada 2010-an lebih menghabiskan waktunya online dan tidak menggunakan media tradisional seperti buku, televisi, dan majalah,” kata Dr Jean Twenge dari Universitas Negeri San Diego.
“Menghabiskan waktu dengan media digital menggantikan waktu membaca buku dan menonton televisi,” ujarnya.
Apa akibatnya?
Para peneliti khawatir penurunan tingkat baca akan berdampak pada penurunan performa di sekolah dan mereka sulit berkonsentrasi ketika membaca buku teks.
Begitu banyaknya pengguna internet yang dilihat dari kalangan remaja. Yang pastinya melalui internet dapat mengakses berbagai informasi dan hal-hal yang muncul dalam dunia maya. Begitupun hal yang berbau negatif, setiap waktu terupdate. Itu sangat dikhawatirkan merusak pikiran dan moral remaja, yang masih memiliki jiwa muda yang besar.
Maka, tidak jarang bila terjadinya kriminalitas. Seperti pemerkosaan, seks bebas, penipuan, penculikan, dan lainnya. Itu semua tergambar, dan dilihat oleh seluruh remaja didunia melalui internet, dan tersebar di berbagai media sosial. Jika dibandingkan dengan remaja dulu yang belum mengetahui internet. Lebih kurang kejadian-kejadian buruk yang terjadi seperti saat ini.
Padahal, sangat banyak manfaat internet yang dapat dijadikan sarana pendidikan bagi remaja. Dengan adanya teknologi canggih, remaja lebih bisa aktif dalam mencari pengetahun luas. Akan tetapi, remaja lebih senang bila menghabiskan kuota internet dengan bermain, game, dan media sosial.
Media sosial, kebanyakan membuat orang lalai ketika memainkannya. Apalagi remaja yang lebih suka menggunakan media sosial untuk keperluan yang tidak penting. Menguploud foto yang mengundang kriminalitas, menulis hal-hal memalukan di media sosial dengan bebas tanpa pengendalian. Juga membuat remaja menjadi malas untuk belajar dan tidak membiasakan diri membaca.
Namun, ada salah satu keuntungan yang terdapat dalam teknologi gedjed. Ialah aplikasi e-Bokk (aplikasi buku yang terdapat di Gedjed). Itu dapat memudahkan remaja untuk membaca mencari ilmu pengetahuan melalui alat canggih tersebut. Kebanyakan remaja saat ini yang memiliki hobi membaca menggunakan E-Book. Sebenarnya, Itu bagus. Tetapi bila sering digunakan untuk membaca terlalu lama. Dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Paparan Gedjed yang menggunakannya selama berjam-jam. Dapat menimbulkan masalah kesehatan. Umumnya seorang membaca e-book tidak selalu dalam posisi tegak, (ergonomik). Dan keluhan yang timbul antara lain sakit kepala pegal disekitar bahu dan punggung. Mata merupakan organ penting yang terkena imbas terbesar akibat penggunaan gedjed terus menerus. Seperti, mata lelah, kering, dan rentan iritasi. Mata lelah (astenopia) banyak dilami oleh mereka yang terlalu banayk menatap layar komputer atau televisi. (www.insto.co.id: 20 Juni 2017).
Lebih baik, membacalah menggunakan buku. Tentunya baik bagi kesehatan. Jika dengan e-book bisa juga digunakan, tetapi radiasi nya berbahaya bila terlalu sering. Karena membaca dengan menatap layar.
Media sosial sangatlah baik bila digunakan dengan cermat. Janganlah sampai kita menghabiskan waktu dan membahayakan diri karena ceroboh menggunakannya. Postinglah hal-hal yang bermanfaat, dan lihatlah hal-hal yang positif. Jangan menghabiskan waktu dengan hal yang tidak jelas. Juga, jangan terlalu menyibukkan diri dengan Media Sosial. Banyaklah melakukan kegiatan seperti, mendatangi perpustakaan, aktivitas kesenian/kesastraan, bersosialisasi, dan masih banyak lainnya.
Setelah itu, budayakanlah membaca apalagi adanya teknologi yang lebih praktis. Carilah informasi dan ilmu seluas-luasnya. Bukan menghabiskan kuota internet secara tidak bermanfaat.
Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita. Agar lebih baik menggunakan media sosial, serta menarik daya pikir seseorang melalui membaca hal-hal yang positif. Jangat terikat dengan teknologi sehingga gelap mata untuk hal lain.
SUMBER: AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar
Posting Komentar