![]() |
| Suasana dalam Masjid Jami Kebon Jeruk | AKURAT.CO/Herry Supriyatna |
Masjid Jami Kebon Jeruk yang berada di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, melarang empat kebiasaan saat di dalam masjid. Salah satunya adalah pembahasan politik praktis.
Salah satu pengurus tak tetap Masjid Jami Kebun Jeruk, Nurdin, mengatakan politik praktis dapat menimbulkan perpecahan antara orang-orang yang ada di dalam masjid.
"Politik praktis dilarang di sini," katanya kepada AKURAT.CO, Rabu (8/5/2019).
Kemudian yang kedua, lanjut Nurdin, pengurus masjid melarang membicarakan aib, baik aib orang lain ataupun aib sendiri. "Membicarakan aib gak boleh di sini," tegas dia.
Selain itu, yang ketiga pengurus masjid melarang orang atau jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk membanding-bandingkan cara orang yang sedang melakukan ibadah.
"Masjid ini adalah markas Jamaah Tabligh. Yang datang dari berbagai daerah dan berbagai negara, otomatis cara beribadahnya berbeda-beda," kata Nurdin.
Yang terakhir, pengurus melarang jamaah yang berada di dalam Masjid Jami Kebon Jeruk membicarakan status sosial antara jamaah.
"Semua orang di sini sama, tak ada yang dibeda-bedakan," pungkasnya.
Sumber:Akurat.co

Komentar
Posting Komentar