![]() |
| Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Indonesia, Vita Datau dalam peluncuran 'Bango Bumbu Kuliner Nusantara' #KelezatanAsliDaerah Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (16/5/2019). | AKURAT.CO/Abdul Haris |
Kenikmatan beragam kuliner khas Nusantara memang tidak ada tandingannya. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing, dan bahkan Rendang asli Sumatera Barat menjadi makanan terlezat di dunia versi CNN.
Hal itu membuat kita sebagai warga negara patut berbangga dengan raihan ini. Sayangnya, pelestarian kuliner khas Nusantara sendiri memiliki tantangan yang begitu besar.
Hal ini dipengaruhi oleh keinginan para wanita untuk lebih meniti karir sebagai bagian dari women empowerment. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin eksistensi kuliner Nusantara akan semakin luntur, karena pelestarian masakan biasanya lebih banyak dilakukan oleh para wanita.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau, kepada AkuratKuliner dalam peluncuran 'Bango Bumbu Kuliner Nusantara' #KelezatanAsliDaerah Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (16/5).
"Pelestarian makanan Indonesia itu amat sangat sulit. Kita bicara tentang wanita sibuk dengan karirnya, betapa banyak waktu mereka terbuang untuk pekerjaan sehingga tidak sempat masak," ungkapnya.
Mulai berkurangnya keinginan wanita mau memasak bisa jadi sebuah masalah yang besar nantinya.
"Karena sekarang sudah serba mudah mau makan tinggal beli pesan secara online. Dan mereka tidak lagi merasa masak itu hal yang penting karena bisa didapatkan dengan mudah tidak perlu repot. Pemikiran seperti itu sesuatu yang harus dihilangkan. Karena gimana mau nerusin resep warisan keluarga, resep masakan nenek, masakan ibu yang mana itu akan melunturkan pelestarian kuliner Nusantara," tambahnya.
Terlebih, pengaruh dunia luar yang masuk ke Indonesia, khususnya makanan yang diterima olah anak-anak dan milenial semakin melunturkan keberadaan kuliner Indonesia.
"Pengaruh dari Kpop, negara luar lainnya turut jadi masalah juga. Banyak anak-anak suka makanan Korea, fast food segala macem. Jadi sebenarnya menyajikan masakan khas Nusantara di dalam rumah harus terus tersaji, anak bisa cerita ke teman-temannya. Kalau dari kecil sudah tidak dibekali dengan makanan Indonesia gimana dia tahu dan mau promosikan makanan negaranya?," tanyanya.
Lebih lanjut, Vita mengapresiasi kehadiran bumbu rempah-rempah Nusantara yang dihadirkan Bango untuk memudahkan dan mau membuat para perempuan yang sibuk tersebut untuk bisa terus melanjutkan budaya memasak masakan Nusantara.
"Jadi sekarang mau masak sebenarnya udah mudah, udah ada bumbu praktis segala macem. Ini upaya dari Kemenpar untuk pelestarian kuliner yang jadi modal untuk mendongkrak wisatawan. Jadi ayo terus hadirkan masakan Nusantara dari rumah untuk bisa melestarikan masakan Indonesia tersebut," ajaknya.
Sumber:Akurat.co

Komentar
Posting Komentar