Masalah Baterai Jadi Dalang Produksi Mobil Listrik SUV Nio Alami Penurunan

Image
Mobil Nio ES8 SUV | vietbao.vn

 Sebuah produsen mobil listrik asal Tiongkok, Nio, dikabarkan mengalami penurunan penjualan. Nio hanya memproduksi sekitar 837 unit kendaraan pada bulan Juli lalu.

Melansir Tech Crunch, Selasa (13/8), penurunan penjualan tersebut mencapai 38 persen dari penjualan bulan sebelumnya. Sebagian besar disebabkan karena penarikan kembali mobil listrik model ES8 SUV andalannya.

Sebelumnya, pada bulan Juni, Nio juga melakukan penarikkan ES8 SUV sebanyak lima ribu unit. Hal tersebut dilakukan karena masalah kebakaran dari sumber baterai pada mobil SUV tersebut.

Pada penyelidikan selanjutnya, terdapat kerentanan dalam desain paket baterai yang berpotensi besar mengalami korsleting.

Alhasil, penarikkan tersebut memengaruhi seperempat dari penjualan mobil listrik ES8 SUV yang sejatinya baru secara resmi mereka jual pada Juni 2018.

Pendiri dan CEO Nio, William Li menyatakan bahwa pihaknya kembali melakukan penarikkan mobil listrik ES8 SUV mereka belakangan ini sebanyak 4.803 unit yang secara signifikan sangat mempengaruhi hasil produksi dan pengiriman.

Penarikkan tersebut guna memprioritaskan kapasitas serta memaksimalkan hasil produksi pada baterai yang tertanam dalam ES8 SUV milik mereka.

"Ke depan, dengan alokasi kapasitas baterai yang kembali normal, kami janjikan akan mempercepat pengiriman dan menebus kehilangan pengiriman yang dipengaruhi oleh penarikan unit kembali," kata William Li.

Li meyakini, bulan Agustus ini menjadi penjualan kembali Nio yang lebih kuat, dengan target 2000 sampai 2500 unit mobil listrik diproduksi siap untuk dikirimkan.

Komentar