Status Kekeringan Ekstrem di Jawa Tengah Diperpanjang Hingga Bulan November 2019

Image
Ilustrasi - Kekeringan | AKURAT.CO/Candra Nawa

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau dengan status kekeringan ekstrem di wilayah Jawa Tengah diperpanjang hingga November 2019.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Iis W Harmoko, mengatakan tahun ini musim hujan yang terjadi di Jawa Tengah diprediksi akan mundur hingga 30 hari. Hal itu disebabkan pengaruh kondisi suhu perairan dan pembentukan awan yang masih kurang.

"Musim hujan tahun ini (diprediksi) mundur sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang," katanya kepada awak media, Senin (28/10/2019). 

Menurutnya, rata-rata musim hujan mulai pada Oktober, namun tahun ini hanya sebagian. Namun jika dibandingan kemarau tahun 2019 tak separah tahun 2015. 

"Daerah pegunungan di Jawa Tengah mayoritas sudah memasuki musim hujan. Jadi di Jawa Tengah memang tak merata," jelasnya.

Ia mengingatkan, sebelum memasuki musim hujan, akan terjadi angin kencang. Dan hujan yang terjadi sebelum memasuki musim hujan berpotensi lebat yang disertai dengan petir.

"Diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem sebelum memasuki musim hujan . Akan terjadi hujan lebat dengan durasi pendek disertai angin dan petir," imbuhnya.

Komentar