![]() |
| Ilustrasi anak obesitas. | Independent.co.uk |
Sebuah penelitian dari Universitas Negeri New York di Buffalo yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, menunjukan bahwa interaksi ibu dengan bayi, gaya pengasuhan atau gaya parenting orangtua, bisa berpengaruh pada meningkatnya risiko obesitas yang terjadi pada sang buah hati.
Para peneliti menemukan, ibu yang kurang sabar menghadapi si kecil di luar waktu makan, misalnya aktivitas bermain dengan anak saat berusia tujuh bulan, beresiko mempunyai anak yang cenderung memiliki berat badan berlebih.
Ini adalah salah satu studi pertama yang melihat bagaimana interaksi keluarga dapat memengaruhi nafsu makan dan diet anak. Hal tersebut disampaikan Kai Ling Kong, PhD, salah satu penulis penelitian dan asisten profesor pediatri.
"Anak-anak dengan obesitas lebih mungkin menderita tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Hal-hal yang biasanya dikaitkan dengan orang dewasa,” kata Dr. Richard Seidman, dokter anak dan kepala petugas medis dari LA Care Health Plan.
Sekitar 40 persen dari anak-anak dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai obesitas pada usia 7 tahun. Hasil juga menunjukkan, kehangatan emosi yang kurang selama interaksi seperti bermain aktif ketika anak masih bayi, membuat anak cenderung mendapatkan kelebihan berat badan yang cepat.
Dengan hasil penelitian ini, para peneliti berharap membantu orangtua belajar bagaimana berinteraksi secara positif dengan seorang anak dapat membantu mereka mengurangi risiko obesitas.
Kehangatan emosional selama bermain bersama anak, secara signifikan mengurangi risiko obesitas pada bayi. Maka dari itu, peneliti mendorong orangtua untuk memiliki waktu bermain lebih aktif dengan sang buah hati, untuk mengurangi risiko kenaikan berat badan yang tidak sehat.
Karena perlu diingat, obesitas pada anak sama bahayanya dengan kegemukan pada orang dewasa. Obesitas pada seseorang dapat memanggil banyak penyakit kronik pada tubuhnya, hingga berujung pada kematian dini.
Sumber:https://akurat.co

Komentar
Posting Komentar