![]() |
| Buruh tani memanen bawang merah di areal sawah Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/9). Menurut petani harga bawang merah mengalami penurunan dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp11.000 per kilogram. | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/17. |
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan teknologi mampu mendorong optimalisasi pada lahan pertanian. Melalui pemanfaatan teknologi, para petani bisa meminimalisir gagal panen yang biasa ditimbulkan akibat bencana kekeringan.
Salah satu teknologi yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi bencana kekeringan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Teknologi ini dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC).
"Melalui penerapan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini, hambatan yang biasa dihadapi para petani hingga pelaku usaha bisa diminimalisir," ujar Syahrul melansir laman resmi BPPT, Kamis (28/11/2019).
Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan selama ini layanan TMC di Indonesia kerap digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan dan laha maupun untuk pengisian waduk.
Dirinya pun menyambut baik pernyataan Menteri Syahrul yang mulai melirik penggunaan teknologi hujan buatan untuk bidang pertanian.
"Teknologi modifikasi cuaca bisa diterapkan di sektor pertanian untuk dapat meningkatkan hasil produksi. Ini sudah terbukti berdampak baik, dan telah dilakukan oleh Tiongkok dan Thailand," pungkas Hammam
Sumber:https://akurat.co/

Komentar
Posting Komentar