Peringatkan Infiltrasi Ideologi, Jokowi Minta Ibu-ibu Banjiri Medsos dengan Hal Positif

Image
Ilustrasi - Sosial Media | AKURAT.CO/Ryan

 Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat mewaspadai infiltrasi ideologi dari negara lain di tengah keterbukaan dalam mengakses media sosial. Menurut Presiden, informasi tersebut bisa lewat YouTube, WhatsApp, Twitter maupun Facebook yang mana negara tidak bisa menyaring hal-hal yang tidak baik di media sosial.

Presiden menegaskan negara ingin agar sumber daya manusia (SDM) yang ada memiliki budi pekerti yang luhur, keterampilan yang baik, serta mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Jangan sampai anak-anak kita ini dididik oleh YouTube, dididik oleh Twitter, dididik oleh Instagram, dididik oleh Facebook, dididik oleh media sosial,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Kongres XXV Kowani, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) sore dilansir dari laman resmi Setkab.

Ia lantas menyatakan peran ibu dalam keluarga sangat besar, bukan hanya melahirkan, bukan hanya membesarkan, tetapi juga mendidik generasi penerus bangsa. Terlebih, sekarang ini hampir setiap anak telah memegang gawai.

"Yang namanya smartphone, yang namanya gadget, pegang itu semuanya hati-hati. Tentu tidak mudah mendidik generasi masa depan yang memiliki mental, karakter yang unggul, yang produktif," imbuhnya.

Presiden Jokowi lantas meminta ibu-ibu seluruh organisasi yang berada di bawah Kowani untuk membanjiri media sosial dengan hal-hal yang positif.

"Jangan sampai kita kalah. Mereka membanjiri dengan informasi-informasi yang tidak benar, ya kita harus membanjiri ganti dengan informasi-informasi yang benar, yang baik, sehingga anak-anak kita tidak terpengaruh oleh banjirnya informasi yang negatif tadi,” pungkas Presiden.

Komentar