![]() |
| Pameran otomotif GIIAS | (Istimewa) |
Ratifikasi Perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah selesai dilaksanakan. Perjanjian tersebut diharapkan dapat membangkitkan minat Investasi daripada Australia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa selama ini Investasi dari Australia ini jumlahnya tidak masuk dalam 5 besar.
"Jadi range-nya antara 400-700 juta US,” ujarnya melansir laman resmi Setkab, Senin (10/2/2020).
Dengan adanya IA-CEPA ini, walaupun bea masuknya akan diturunkan rata-rata dari 5 persen menjadi 0 persen, diharapkan bisa mendorong segmen Otomotif. Sebagaimana diketahui, Australia mempunyai demand sebesar 1,1 juta US Dolar dan produk-produk kendaraan komersial seperti truk ataupun SUV yang sangat diminati.
”Nah sekarang Indonesia ini sendiri mempunyai kapasitas, tinggal kita bicara dengan produsen-produsen yang di Indonesia," imbuhnya.
Di Indonesia sendiri, lanjut Airlangga, hybrid dan electric vehicle baru akan mulai produksi kira-kara tahun 2021. Ia menambahkan bahwa sebelum itu pemerintah akan mendorong supaya combustion engine juga masuk, karena itu juga masih diminati di Australia.
Sumber: https://akurat.co/

Komentar
Posting Komentar